Back to Chronicles
Cinder & Crowns: Zaman di Antara Kekaisaran
世界观Game Guide

Cinder & Crowns: Zaman di Antara Kekaisaran

Zaman keemasan telah surut, dan mahkota-mahkota berserakan di padang — kau datang untuk memungut salah satunya.

Saat Kisah Bermula

Ini adalah zaman yang tampak stabil namun diam-diam membusuk.

Setelah perang yang panjang, kerajaan-kerajaan dan negara-kota di benua ini mencapai keseimbangan yang rapuh. Jalur dagang Kekaisaran Lama masih berjalan, perbendaharaan belum kosong, para cendekiawan masih menuliskan kejayaan masa lampau. Di permukaan, ketertiban tampak terjaga.

Namun di bawahnya, sumber daya mengering. Jaringan dagang putus satu per satu, tambang menipis, kota-kota terdiam. Segala yang dahulu membuat sebuah bangsa makmur — tanah, lembaga, jalur dagang, ilmu pengetahuan, dan jasa para pahlawan — kini terlepas dari para penguasa lamanya dan berserakan ke seluruh benua.

Kekaisaran Lama runtuh lebih cepat daripada yang diramalkan para penulis sejarah mana pun. Ketertiban lama tak lagi mampu bertahan; yang baru belum lahir. Kekosongan ini menjadi milik mereka yang ambisius, para pewaris, dan para petualang.

Kota Emas: Legenda di Balik Segalanya

Dalam setiap kisah keruntuhan, satu nama terus muncul ke permukaan — Kota Emas.

Satu simbol yang melintasi setiap zaman dan setiap bangsa: tempat di mana kekayaan, kekuasaan, dan kejayaan berpadu. Mungkin ia nyata, tersembunyi di benua yang jauh. Mungkin pula ia hanya kiasan, yang dirajut oleh para penulis sejarah, pedagang, dan penyair pengembara dari generasi ke generasi.

Legenda berkata tak terhitung urat emas mengalir di bawah benuanya. Legenda berkata ia menyimpan catatan utuh terakhir dari setiap kekaisaran yang runtuh — temukan ia, dan kau akan tahu bagaimana dunia sampai pada keadaan ini, serta siapa yang seharusnya menuliskan zaman berikutnya.

Kini para penjelajah kembali dengan klaim bahwa reruntuhan kuno menyimpan petunjuk menuju ke sana. Inti sejati dari kekayaan itu tetap tersembunyi di tanah yang tak dikenal.

Tempatmu dalam Kisah Ini

Kau bukan sekadar penonton.

Kau datang sebagai pewaris baru bagi sebuah kota yang berada di ambang keruntuhan. Bandit berkeliaran di luar tembok; Pemberontak bergolak di dalam. Pasar-pasar kosong, takhta berdebu, dan tuan terakhir telah tewas, melarikan diri, atau sekadar lenyap.

Tugas pertamamu bukanlah menyatukan benua atau mencari Kota Emas. Melainkan menarik kota ini kembali dari jurang — mengusir para Bandit, menumpas para Pemberontak, memulihkan ketertiban.

Pada saat kau dinobatkan sebagai Tuan di atas reruntuhan, kau melakukan lebih dari sekadar mengklaim sebuah kota. Kau menyalakan kembali api dari bara — nyala terakhir dari dunia yang lebih tua. Itulah sebabnya mahkotamu disebut Mahkota Bara. Ia bukan pusaka warisan leluhurmu: kau mengangkatnya dari bara dan menobatkan dirimu sendiri.

Apa yang Menanti di Depan

Menjadi Tuan barulah permulaan.

Dunia telah memasuki Zaman Penjelajahan. Kota-kota kuno yang runtuh, benteng sumber daya strategis, jalur dagang, urat-urat bijih — kekayaan Kekaisaran Lama berserakan, menanti penguasa baru. Setiap kota mati mungkin menyembunyikan epos yang hilang; setiap jalur yang ditinggalkan mungkin dapat menyalakan kembali sebuah wilayah.

Kau bukan satu-satunya yang melihatnya. Tuan-tuan lain — baik pemain manusia maupun kekuatan NPC — turut bangkit. Sebagian akan menjadi sekutu, sebagian saingan; sebagian akan mengkhianatimu saat kau paling lemah, sebagian lain akan menarikmu kembali saat kau tenggelam.

Setiap jalan mengarah ke Kota Emas. Siapa pun yang pertama menemukan jejaknya boleh jadi akan membangun tatanan baru di atas reruntuhan Kekaisaran Lama.

Apa yang Dibaca Selanjutnya

This guide is for Cinder & Crowns — a free-to-play mobile 4X strategy game of alliance warfare and fairer competition, where coordination matters more than spending.

Discover the game
Back to Chronicles