Back to Chronicles
Kota Emas: Tempat Kekayaan Segala Zaman Berkumpul
世界观Game Guide

Kota Emas: Tempat Kekayaan Segala Zaman Berkumpul

Mungkin ia kota yang nyata, atau mungkin metafora yang ditinggalkan oleh surutnya gelombang sejarah. Namun setiap jiwa yang penuh ambisi percaya ia benar-benar ada.

Sebuah Kota, atau Sebuah Lambang

Dalam legenda-legenda paling awal, Kota Emas sama sekali bukanlah sebuah kota.

Setiap negeri menempa kekayaannya sendiri dari wilayah, lembaga, jaringan dagang, pasukan, dan budaya yang terhimpun. Perbendaharaan kerajaan, jalur dagang kekaisaran, pengetahuan para cendekiawan, kemuliaan para pahlawan: inilah kekayaan suatu zaman. Lebih dari sekadar sumber daya, semua itu mengukur kekuatan suatu era dan bobotnya dalam sejarah.

Namun zaman berputar. Kekaisaran runtuh, kota-kota jatuh menjadi reruntuhan, sistem perdagangan tercerai-berai, dan warisan mereka berserakan ke seluruh dunia. Untuk menamai pusat tempat segala kekayaan itu pernah berkumpul, orang-orang menciptakan satu lambang tunggal — Kota Emas.

Entah tempat yang nyata atau metafora yang ditinggalkan sejarah — bagaimanapun juga, ia menjadi gambaran yang dimiliki bersama oleh setiap negeri: impian bersama akan kekayaan, kekuasaan, dan kemuliaan di puncaknya.

Dan setiap metafora yang bertahan melampaui generasinya pada akhirnya diburu sebagai mangsa oleh mereka yang berambisi.

Warisan Kekaisaran Lama

Zaman ketika kisah kita bermula tampak stabil. Padahal ia sudah membusuk.

Setelah perang yang panjang, kerajaan-kerajaan dan negara-kota di benua ini menetap dalam kedamaian yang hanya di permukaan. Perdagangan yang rapuh tetap berputar; warisan Kekaisaran Lama masih menopang ekonomi dunia. Namun sumber daya mulai mengering, jaringan dagang mulai layu, dan kekayaan telah mulai mengalir ke tangan-tangan baru. Tatanan lama tak mampu bertahan.

Seraya ia runtuh, warisan yang berserakan ditemukan kembali — dan diperebutkan. Kota-kota reruntuhan, lokasi sumber daya strategis, jalur pelayaran, dan urat-urat mineral kini menjadi rampasan bagi setiap kekuatan, menanti penguasa baru untuk menghimpunnya.

Para penjelajah mengaku bahwa reruntuhan kuno di benua-benua jauh menyimpan petunjuk tentang di mana Kota Emas berdiri. Para pelaut kembali membawa peta perairan yang tak dikenal. Para cendekiawan menelusuri tembok-tembok yang runtuh, menguraikan prasasti yang terkubur selama berabad-abad.

Jantung sejati kekayaan dunia tetap tersembunyi di negeri-negeri yang tak dikenal.

Urat-Urat Emas

Satu baris dari legenda tertua telah disalin dan disalin ulang berkali-kali:

Di bawah benua tempat Kota Emas berdiri, mengalir urat-urat emas yang tak terhitung jumlahnya.

Tak seorang pun pernah melihat sumbernya. Tak seorang pun meragukannya. Para saudagar, tentara bayaran, ahli waris bangsawan, bangsawan terbuang — siapa pun yang pernah menggenggam pedang patah atau timbangan saudagar pernah mendengarnya.

Urat bukanlah reruntuhan. Reruntuhan adalah masa lalu yang mati; urat adalah masa depan yang hidup, tersembunyi di bawah akar benua, menanti sekop pertama untuk menghantamnya.

Inilah sebabnya setiap Penguasa yang mengaku sedang "memulihkan tatanan" membawa gulungan survei geologi.

Mengapa Setiap Penguasa Mencari

Siapa pun yang menghimpun warisan yang berserakan ini, banyak yang percaya, dapat membangun tatanan baru dunia. Kekayaannya sedang dibagi ulang; penguasa masa depannya belum lahir.

Bagi mereka yang berambisi, tak pernah ada peluang sebesar ini: Kekaisaran Lama telah runtuh; kekaisaran-kekaisaran baru menanti untuk dibangun. Kota Emas bukan lagi sekadar sebuah kota — ia adalah jumlah dari setiap klaim atas masa depan, dan siapa pun boleh meraihnya.

Pada saat kau mengusir Bandit dari kota yang runtuh, membasmi Pemberontak, dan menyandang mahkotamu sebagai Penguasa, kau pun ikut dalam pertarungan.

Setiap Penguasa mencari. Namun Kota Emas akan menjadi milik orang yang pertama mengukir legenda menjadi kenyataan.

This guide is for Cinder & Crowns — a free-to-play mobile 4X strategy game of alliance warfare and fairer competition, where coordination matters more than spending.

Discover the game
Back to Chronicles