Artemisia I adalah ratu Halikarnasus di Karia pada abad ke-5 SM, salah satu dari sangat sedikit perempuan yang memimpin atas nama sendiri dan dikenang karenanya dalam dunia Yunani. Ketika raja Persia Xerxes bergerak ke barat, ia berlayar bersama armadanya sebagai penguasa sekutu, dan pada pertempuran laut Salamis tahun 480 SM, pikirannya yang tenang dan penuh improvisasi membawanya lolos dari bencana di tempat yang menenggelamkan orang lain. Herodotus mencatatnya dalam Histories-nya, dan Xerxes, yang menyaksikannya bertarung dari pantai, konon berkata: "Para priaku telah menjadi perempuan, dan para perempuanku menjadi pria." Ucapan itu lebih lestari daripada perang itu sendiri. Namanya menjadi kiasan bagi kecerdikan yang mengalahkan kekuatan mentah — pengingat bahwa komandan paling tajam menang dengan akal sebelum baja, membaca momen dan menyerang hanya saat menguntungkan.

Artemisia
Ratu Halikarnassus
Seorang ratu yang anak panahnya memutus barisan dari kejauhan, mengubah jarak dan waktu menjadi senjata yang hanya bisa dikagumi para raja.
Artemisia is one of 30 legendary historical heroes you can command in Cinder & Crowns — a free-to-play mobile 4X strategy game of alliance warfare and fairer competition, where coordination matters more than spending.
Discover the gameHistory
On the Battlefield
Artemisia memimpin Pemanah dari Eropa, seorang pengendali jarak jauh yang bertarung di tepi pertempuran ketimbang di pusatnya. Ia berkembang di barisan belakang, memperluas jangkauan pandangnya sendiri dan merentangkan jangkauannya melampaui musuh, lalu mencabik barisan lawan dengan ritme dan jarak. Serangan khasnya melepaskan pukulan dorong yang presisi, melemparkan satu musuh keluar dari formasi — tembakan yang lebih banyak mengacaukan ketertiban musuh daripada sekadar melukai. Di tangan Lord yang cermat, ia menghukum siapa pun yang mendekat terlalu lambat, menguasai medan terbuka bahkan sebelum bentrokan dimulai.









