Toyotomi Hideyoshi (1537-1598) bangkit dari keluarga petani di Owari hingga menjadi penguasa seluruh Jepang, terhitung sebagai salah satu dari tiga pemersatu agung pada akhir zaman Sengoku. Ia memasuki pengabdian kepada Oda Nobunaga sebagai pembawa sandal yang hina, dan melalui jasa di medan perang serta akal yang cepat dan penuh siasat, ia merangkak naik selangkah demi selangkah hingga ke pangkat jenderal. Ketika tuannya gugur dalam Insiden Honnoji, Hideyoshi membalaskan dendamnya di Pertempuran Yamazaki, menghancurkan pemberontak Akechi Mitsuhide dan mewarisi kampanye penyatuan. Pada tahun 1590 ia menaklukkan klan Hojo di Odawara dan menyatukan provinsi-provinsi yang berperang di bawah satu panji, mengakhiri zaman perpecahan. Memerintah sebagai Kanpaku lalu Taiko, ia menegakkan Perburuan Pedang untuk melucuti senjata pedesaan dan memerintahkan survei tanah Taiko, memisahkan prajurit dari petani dan meletakkan fondasi tatanan awal era modern.

Toyotomi Hideyoshi
Pembawa Sandal yang Merebut Negeri
Putra seorang petani yang merangkak naik dari pelayan menjadi penguasa, yang dengan satu kata saja mampu membuat panglima lawan meletakkan pedangnya.
Toyotomi Hideyoshi is one of 30 legendary historical heroes you can command in Cinder & Crowns — a free-to-play mobile 4X strategy game of alliance warfare and fairer competition, where coordination matters more than spending.
Discover the gameHistory
On the Battlefield
Sebagai putra Dunia Timur, Hideyoshi maju sebagai Infanteri, bertempur sebagai panglima kendali dan pendukung yang menjawab setiap tekanan jarak dekat. Seninya adalah seni pelucutan senjata: serangan dan kemampuannya sama-sama mampu merampas kehendak musuh untuk mengayunkan pedang, membuat mereka tak berdaya di hadapan garis depan, sementara perlengkapan khasnya mempertajam setiap pukulan terhadap sasaran yang telah dilucuti. Di mana ia berdiri, serangan musuh melemah dan barisan tunduk pada perintahnya. Ia bukan sekadar pembantai melainkan kepala logistik medan perang — sosok yang mengumpulkan pedang musuh sebelum mereka sempat menariknya.




