Yi Sun-sin (1545–1598) adalah komandan angkatan laut dari dinasti Korea, yang setelah wafat dihormati sebagai "Tuan Kesetiaan dan Keberanian." Ketika invasi melanda lewat lautan, ia memimpin armada bangsanya dan membangun—lalu menguasainya dalam skala besar—"kapal kura-kura" berlapis baja, kapal yang berbalut besi sehingga kebal terhadap pengabordasian maupun api. Di Okpo, Pulau Hansan, dan Myeongnyang ia menghancurkan armada yang jauh lebih besar berkali-kali, menang di tempat yang menurut peluang seharusnya ia kalah. Di Myeongnyang, dengan hanya selusin kapal, ia memukul mundur kekuatan lebih dari tiga ratus kapal. Pada pertempuran terakhirnya di Noryang ia bertempur di garis depan dan tumbang oleh peluru nyasar, meninggalkan pesan: "Pertempuran sedang memuncak—jangan umumkan kematianku." Armadanya terus maju hingga para penyerbu hancur, dan Wilayah Timur mengenangnya sebagai salah satu komandan laut terhebat yang pernah ada.

Yi Sun-sin
Laksamana Kapal Kura-Kura
Bertarung makin ganas saat kalah jumlah — benteng berlambung besi yang mengubah barisan yang nyaris kalah menjadi tembok tempat musuh hancur sendiri.
Yi Sun-sin is one of 30 legendary historical heroes you can command in Cinder & Crowns — a free-to-play mobile 4X strategy game of alliance warfare and fairer competition, where coordination matters more than spending.
Discover the gameHistory
On the Battlefield
Yi Sun-sin bergerak dalam barisan Infanteri sebagai tank yang membalas pukulan dengan pukulan—perisai hidup yang menghukum siapa pun yang menyerangnya. Bakat tempurnya lahir dari legendanya: ketika pasukanmu kalah jumlah, serangannya menggigit lebih dalam, dan makin buruk peluangnya makin keras ia menghantam. Jurus andalannya, "Mengarungi Angin Menghancurkan Musuh," mengiris maju menembus barisan depan musuh dan membengkak ganas di mana pun barisan menipis—kapal kura-kura yang menjelma daging, dirancang untuk membelah ledakan kekuatan yang seharusnya menelannya.




