Tribhuwana Vijayatunggadewi memerintah Kerajaan Majapahit dari 1329 hingga 1350, penguasa ketiganya dan putri sang pendiri, Raden Wijaya. Memerintah di zaman ketika Jawa masih berupa tambalan pelabuhan-pelabuhan yang saling bersaing, ia mengangkat patih cakap Gajah Mada ke jabatan mahapatih—sosok yang mengucapkan Sumpah Palapa yang masyhur, bersumpah tak akan mencicipi rempah sebelum seluruh nusantara bersatu. Dari sumpah itulah lahir zaman keemasan Majapahit. Pada 1331 Tribhuwana sendiri memimpin pasukan yang menumpas pemberontakan di Sadeng, menstabilkan takhta dan meletakkan fondasi ekspansi Jawa menyeberangi lautan. Saat putranya Hayam Wuruk mewarisi mahkota, kerajaan menguasai perairan luas yang membentang dari Sumatra hingga Maluku—sebuah imperium maritim yang lahir dari tekad seorang ratu.

Tribhuwana
Ratu Nusantara
Sang ratu pulau yang menenun pesisir tercerai menjadi satu kerajaan — komandan yang mematahkan ketajaman musuh dengan titah dan mengikat sekutunya dengan kepercayaan.
Tribhuwana is one of 30 legendary historical heroes you can command in Cinder & Crowns — a free-to-play mobile 4X strategy game of alliance warfare and fairer competition, where coordination matters more than spending.
Discover the gameHistory
On the Battlefield
Tribhuwana memimpin Pemanah, bertarung sebagai pengendali dan pendukung yang menguasai pertempuran seperti ia menguasai lautannya—dengan pengaruh, bukan kekuatan. Dari barisan belakang titahnya turun bak maklumat raja, menumpulkan serangan musuh dan melemahkan terjangan mereka sebelum mendarat. Bagi barisannya sendiri, ia adalah tangan teguh sang istana: kehadirannya mengangkat dan melindungi pasukan sekutu, naluri yang sama yang menjaga sebuah Sekutu tetap utuh. Di tangan seorang Lord yang sabar, ia menambatkan formasi, melunakkan musuh, dan membiarkan garis depan bertahan.


