Cleopatra VII (69–30 SM) adalah ratu terakhir Mesir Ptolemaik. Lahir dalam wangsa kerajaan Makedonia Helenistik, ia mengajari dirinya sendiri bahasa Mesir — penguasa pertama dalam berabad-abad pemerintahan Ptolemaik yang menuturkan bahasa rakyatnya sendiri. Untuk mempertahankan kemerdekaan dinastinya, ia bersekutu secara bergantian dengan Julius Caesar dan kemudian dengan Mark Antony, mengikat para pria paling berkuasa di Roma pada nasib Mesir. Dikalahkan dalam pertempuran laut di Actium oleh Oktavianus, ia mengakhiri hidupnya sendiri di Aleksandria pada tahun 30 SM — menurut legenda, dengan menempelkan ular berbisa ke lengannya. Dengan kematiannya, garis keturunan Ptolemaik berakhir dan Mesir jatuh ke tangan Roma. Kecemerlangan politik dan kelihaian diplomasinya menjadikannya ratu yang paling banyak ditulis dalam dunia kuno, sebuah legenda yang diceritakan kembali di setiap zaman yang menyusul.

Cleopatra
Ratu Terakhir Sungai Nil
Penguasa terakhir Mesir Ptolemaik, seorang penyihir-diplomat yang membengkokkan irama pertempuran dengan kutukan dan pesona.
Cleopatra is one of 30 legendary historical heroes you can command in Cinder & Crowns — a free-to-play mobile 4X strategy game of alliance warfare and fairer competition, where coordination matters more than spending.
Discover the gameHistory
On the Battlefield
Sebagai ratu para Pemanah dari Ranah Tengah, Cleopatra bertarung dari barisan belakang sebagai sosok pengendali-dan-pendukung, bukan petarung kasar. Kekuatannya terletak pada kekacauan: dari jarak jauh ia menebarkan kutukan layu ke atas barisan depan musuh, menguras kekuatan mereka dan mematahkan tempo mereka. Mantra khasnya, Kutukan Sungai Nil, menandai musuh di barisan terdepan sehingga mereka melayu seiring waktu dan menderita kerusakan yang kian besar — setiap pukulan yang dilancarkan sekutunya pada yang terkutuk jatuh lebih berat dari seharusnya. Di mana ia mengawasi medan, irama musuh terurai sementara pasukannya sendiri menghantam dengan amarah yang berlipat ganda.







