Gilgamesh (sekitar 2700–2600 SM) adalah raja negara-kota Uruk di Mesopotamia kuno dan pahlawan dalam Epos Gilgamesh, epos tertua yang masih dikenang umat manusia. Dua pertiga dewa dan sepertiga manusia, ia dikenang sebagai yang paling awal dari semua raja-pahlawan. Ia membangun tembok-tembok agung Uruk dan kuil Eanna, serta mendorong pekerjaan irigasi Sungai Tigris dan Efrat ke tingkat yang baru. Epos itu mencatatnya sebagai pembuat hukum, yang menetapkan pengadilan kota serta kerangka hak dan kewajiban warga. Pembaruan militernya membakukan tatanan pertahanan negara-negara kota Sumeria, dan pola pemerintahannya — yang dibawa jauh di atas lempeng-lempeng tanah liat beraksara paku — menjadi cikal bakal Kekaisaran Kuno Mesopotamia dan kerajaan-kerajaan yang menyusul di seluruh Dunia Tengah.

Gilgamesh
Raja-Pahlawan Pertama
Raja-pahlawan tertua umat manusia, yang mengangkat tubuh sang raja-dewa sebagai perisai bagi seluruh pasukan.
Gilgamesh is one of 30 legendary historical heroes you can command in Cinder & Crowns — a free-to-play mobile 4X strategy game of alliance warfare and fairer competition, where coordination matters more than spending.
Discover the gameHistory
On the Battlefield
Sebagai garda depan jarak dekat di barisan Infanteri, Gilgamesh berdiri di tempat tembok harus bertahan — seorang tank dan pelindung-pendukung yang menyatu dalam satu sosok. Ia menancapkan diri di kepala formasi dan membuka benteng sang raja-dewa, menahan pukulan pertama agar barisan di belakangnya tidak runtuh. Lewat jalinan takdir ia menjaga sekutunya yang paling terluka, menarik luka mereka ke tubuhnya sendiri yang tak terbunuh, dan meneguhkan seluruh pasukan menghadapi serangan paling kejam. Saat pertempuran memburuk, ia menjelma menjadi tembok abadi — tak tergoyahkan, tak tersentuh — dan di bawah bayangannya setiap pahlawan di dekatnya menderita jauh lebih sedikit. Ia mengubah keabadian dirinya menjadi ruang hidup bagi pasukan.







