Daud (memerintah kira-kira 1010–970 SM) adalah raja kedua kerajaan Israel yang bersatu. Saat masih muda menggembalakan domba, ia meraih legendanya dengan merobohkan raksasa Goliat hanya berbekal umban dan sebutir batu. Menggantikan Saul, ia menyatukan suku-suku Israel yang tercerai-berai, merebut Yerusalem, dan menjadikannya ibu kota—meletakkan fondasi Wangsa Daud. Ia dikenang sebagai pemain kecapi dan penyair sekaligus pejuang; banyak Mazmur dinisbatkan kepada namanya. Dalam tradisi Yahudi ia menjadi arketipe raja ideal, dan Yerusalem sendiri kemudian disebut Kota Daud. Pemerintahannya mengikat bangsa yang terpecah menjadi satu kerajaan dan meninggalkan takhta yang tak pernah dibiarkan legenda meredup.

Raja Daud
Raja Israel
Gembala muda yang dahulu merobohkan raksasa, kini memburu sasaran terkuat di medan — pemanah jitu yang membuat musuh terhebat pun terhuyung.
Raja Daud is one of 30 legendary historical heroes you can command in Cinder & Crowns — a free-to-play mobile 4X strategy game of alliance warfare and fairer competition, where coordination matters more than spending.
Discover the gameHistory
On the Battlefield
Daud memimpin Pemanah dari Wilayah Tengah, penyerang jarak jauh yang memadukan daya rusak mentah dengan kendali. Seperti di masa mudanya, ia mengincar musuh terkuat di barisan—makin tinggi nyawa sasaran, makin keras pukulannya mendarat, mengikis apa yang tak bisa ditembus orang lain. Jurus andalannya, Pukulan Suci, menghantam satu musuh jauh dan bisa membuatnya terhuyung serta tertegun, persis seperti sebutir batu umban yang dahulu merobohkan raksasa. Dibangun ke arah serangan dan jeda kemampuan yang cepat, ia mengubah jawara terkuat di medan menjadi mangsa pilihannya.







